Dua Puluh Desa Se Kabupaten Mesuji Ikuti Pelatihan Sistem Pelayanan Masyarakat Secara Digitalisasi

TUNGGAL BERITA

Lampung, Mesuji- Dua puluh Desa se-Kabupaten Mesuji Lampung mengikuti pelatihan sistem Pelayanan Digitalisasi di Propinsi Lampung yang digelar mulai dari 29 Mei sampai dengan 1 Juni 2024 hari ini.

Acara tersebut merupakan bimbingan teknis program Semart Village tersebut di gelar di Hotel Kurnia 2 Bandar Lampung.

Hadir dalam giat tersebut, Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sriwijaya(P3SR/Wijaya), Bintang Pamungkas, S.H., beserta para tutornya empat puluh orang peserta utusan dari dua puluh Desa se-Kecamatan way Serdang, Kabupaten Mesuji Lampung dan sejumlah tamu lainnya.

Hal tersebut, dikatakan Camat Way Serdang Aida Sakti yang disampaikan setaf nya Dahirin, Sabtu(01/6/2024) di kediamannya.

Pelatihan Smart Villade gelombang pertama diikuti oleh, kata Camat, 3 Kecamatan yaitu Way Serdang, Tanjung Raya, Simpang Pematang dan akan dilakukan secara bergantian, terang Aida Sakti.

Lanjut Camat, dua puluh Desa se-Kecamatan Way Serdang kini sedang mengikutinya.

Ditempat terpisah Kepala Desa(Kades) Kejadian, Ladikun mengatakan, Desa Kejadian, sebuah komunitas yang terletak di pedalaman Indonesia, telah memulai perjalanan menuju transformasi digital dengan pelatihan-pelatihan yang inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan.

Lanjut Ladikun, dengan tekad kuat untuk meningkatkan kualitas hidup penduduknya dan melestarikan lingkungan. Desa Kejadian telah mengadopsi konsep, “smart village” sebagai panduan dalam mengembangkan potensi.

Gambaran Umum tentang Desa Kejadian, kata Kades, Desa Kejadian adalah sebuah Desa yang terletak jauh dari hiruk pikuk kota besar. Meskipun demikian, komunitas ini kaya akan sumber daya alam dan memiliki kearifan lokal yang khas. Namun, tantangan-tantangan seperti akses terhadap layanan publik dan pembangunan ekonomi sering menjadi halangan bagi kemajuan Desa, terang Ladikun.

Mengapa Smart Village?.
Desa Kejadian menyadari bahwa untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, mereka perlu mengadopsi inovasi dan teknologi.

Bukan hanya itu, tambah Ladikun, Konsep desa pintar menawarkan kerangka kerja yang tepat untuk mewujudkan visi ini. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) bahkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, ujar Kades.

Serangkaian Pelatihan yang Membangun Fondasi untuk mencapai visi sebagai Desa pintar. Desa Kejadian telah melaksanakan serangkaian pelatihan yang dirancang untuk memberdayakan penduduknya.

Berikut adalah beberapa pelatihan yang telah di adakan:

1. Literasi Digital dan Teknologi.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dasar dalam penggunaan perangkat digital dan internet. Penduduk desa dilatih dalam pengoperasian smartphone, komputer, dan aplikasi-aplikasi yang berguna dalam kehidupan sehari-hari mereka.

2. Pengembangan Usaha Berbasis Teknologi.

Desa Kejadian memfasilitasi pelatihan kewirausahaan yang menekankan pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan usaha lokal. Para peserta belajar tentang pemasaran online, manajemen inventaris menggunakan perangkat lunak, dan strategi inovatif untuk memasarkan produk-produk mereka.

3. Pertanian Berkelanjutan.

Karena pertanian adalah mata pencaharian utama di Desa Kejadian, pelatihan ini difokuskan pada teknik pertanian berkelanjutan yang didukung oleh teknologi. Para petani belajar tentang penggunaan sensor untuk mengontrol irigasi, aplikasi untuk memantau kondisi tanaman, dan praktik-praktik ramah lingkungan lainnya.

4. Kesadaran Lingkungan.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Mereka diberi pemahaman tentang daur ulang, pengelolaan limbah, dan cara-cara untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Dampak Positif yang Terlihat
Melalui pelatihan-pelatihan ini, ujar Kades, “Desa kami telah melihat dampak positif yang signifikan. Masyarakatnya lebih terampil dalam menggunakan teknologi, lebih kreatif dalam menghadapi tantangan lokal, dan lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar mereka, paparnya.

Kesimpulan pelatihan merupakan langkah awal yang penting dalam membangun desa pintar seperti Desa Kejadian. Dengan memberdayakan penduduknya melalui pengetahuan dan keterampilan, desa ini sedang menuju arah yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Dengan terus menerapkan inovasi dan kolaborasi, Desa Kejadian akan menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Indonesia yang juga berusaha untuk berkembang dalam era digital ini.

Hal yang senada dikatakan Kades Karang Mulya, Chandra Mustofa yaitu, kegiatan itu merupakan, kolaborasi dan jaringan antar Desa.

Pelatihan tersebut, tambah Chandra Mustofa, juga menjadi momentum bagi para aparatur Desa untuk saling berbagi pengalaman dab best practice melalui sesi diskusi dan lokakarya, papar Kades.

Lanjut Kades, mereka juga berkesempatan untuk bertukar ide dan mengembangkan jaringan antar Desa. Kolaborasi antar Desa dianggap penting dalam mewujudkan visi smart village, karena setiap Desa memiliki tantangan dan potensi yang berbeda.

Pendamping Dana Desa(DD), Ngatirin membenarkan kegiatan tersebut dan sumber keuangannya dari Bantuan Keuangan Provinsi(BKP) Lampung.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Mesuji, Anwar Pamuji ketika dihubungi lewat pesan WatsAAp nya belum ada jawaban sampai berita ini diterbitkan.

Pengamat Ekonomi Tulang Bawang, Suharto ketika dihubungi lewat telepon selulernya mengatakan, kalau di lapangan ada sebagian kecil yang kurang baik dalam melaksanakan program kerja DD.

Karena, kata Suharto, ada beberapa bangunan yang mangkrak tidak dilanjutkan oleh pelaksana pembangunan Dana Desa, sebab dikarenakan pergantian Kepala Desa dan perangkatnya. Akibatnya bangunan tersebut mubadir tidak dapat digunakan. Ada pula program titipan, ungkapnya.

Lanjutnya, perencanaan pembangunan tidak matang dan mengedepankan ego pribadi. Ahirnya ketika dia berhenti jadi Kepala Desa, maka terbengkalai lah bangunan tersebut dan anehnya Kepala Desa baru tidak mau melanjutkannya.

 

(Mumu Mahfudin/Yusri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *