TunggalBerita.Com,
JAMBI,BUNGO|Kendati Pemerintah Bungo telah sepakat untuk zero Peti (Penambang Emas Tanpa izin) bahkan surat himbauan Bungo zero Peti yang tertuang dalam surat yang ditanda tangani bersama oleh, Bupati Bungo, Kapolres, Dandim 0416, Ketua DPRD , Kajari serta Ketua Pengadilan tentang larangan terhadap Peti.
Namun kenyataan yang ada pelaku peti terkesan pasang badan seolah kebal hukum, puluhan mesin dong peng menggasak juga meluluh lantahkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Pelepat, aktivitas dong peng peti itu disinyalir kuat sengaja memporak-porandakan tebing di areal aliran sungai. Sehingga air sungai keruh seperti air kubangan kerbau, padahal air yang selama ini dikonsumsi masyarakat, baik untuk masak, mandi, dan cuci, sangat disyangkan saat ini tidak bisa di manfaatkan lagi.

Pantauan awak media di lapangan tidak hanya dong peng peti yang beroperasi di areal DAS Batang Pelepat, tepat antara Dusun Rantel dan Dusun Lubuk Telau diduga kuat sejumlah unit excavator ikut beroperasi di sepanjang Batang Pelepat. Sampai berita ini naik tayang belum ada tanda-tanda, dari pihak Dinas maupun instansi yang berwenang, guna melakukan razia peti di daerah Sungai itu, yang konon katanya “Bungo Zero Peti”, tentunya hal diatas mengundang pertanyaan dan kecurigaan publik.
Menurut keterangan warga setempat yang enggan mengungkapkan identitas resminya.
Menangapi hal tersebut dalam penuturannya, “kami sangat sesalkan sekali kok sampai detik ini belum ada tanda-tanda Pemerintah Dusun maupun Kecamatan untuk mengambil tindakan, ada apa kok diam saja kami berharap kepada Bapak Bupati dan Bapak Kapolres segera menindak tegas sebelum kondisi DAS Batang Pelepat Bertambah parah “, imbuh nya.
Setidaknya himbauan Pemkab Jambi yang telah terbit membawa angin segar pada masyarakat lantaran lingkungan atau alam tidak terus dirusak oleh Peti.
Dalam surat himbauan atau zero peti yang ditanda tanganni Bupati Bungo, Kapolres, Dandim, Kejari dan Ketua DPRD Bungo. Melarang keras aktifitas penambang liar atau peti. Namun kenyataan menurut sejumlah sumber himbauan itu tidak digubris oleh pelaku Peti, sejumlah mesin diesel sejenis dong peng yang digunakan para penambang liar tersebut terus dioprasika mereka”, tutup sumber.
Dengan kegiatan penambang liar lingkungan yang diduga mengandung mineral tambang jadi rusak, selain itu juga daerah aliran sungai (Das) Batang Pelapat jadi tercemari oleh aktifitas penambang
(Tim007)





