Kaburnya Oknum Pengusaha Tambang Ilegal Di Marangkayu-Kutai Kartanegara, “Korbankan Warga Setempat”

TunggalBerita.Com,
KALTIM – Maraknya aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di wilayah Provinsi Kalimantan timur. Dengan ditemukannya puluhan titik aktiftas tambang ilegal atau tanpa ijin.

Hasil penelusuran dan investigasi awak media dari beberapa narasumber yang bisa dipercaya dilapangan , Kuat dugaan salah satu titik yang konon kabarnya sempat dilakukan penertiban oleh tim Mabes Polri. Salah satunya diwilayah jalan poros Bontang-Samarinda pada sekira pada February 2025 lalu.

Disinyalir salah satu oknum pengusaha di marangkayu selaku pemilik tambang yang diduga ilegal tersebut. Berinisial KF alias “ijai”, yang konon kabarnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pantauan awak media diwilayah itu, beredar kabar adanya dua unit eksavator, lima unit truk, yang kabarnya disita petugas sebagai barang bukti aktivitas tambang ilegal itu. Tidak hanya itu bahkan adanya dua warga setempat yang ikut disita mobil dump truknya. Terhitung sampai saat ini sudah berjalan kurang lebih sekitar 5 bulan lamanya, namun disayangkan belum ada keterngan yang jelas atas keberadaan KF alias Ijai.

Seperti yang dikeluhkan pihak keluarga yang berinisial AH atau yang tak lain warga setempat yang kendaraannya konon ikut disita.
“kami sudah hampir 5 bulan tidak Ada penghasilan, tidak bisa menafkahi anak istri, mobil truck kami jadi barang bukti pihak berwajib, dan truk kami sekarang Ada di titip kan di pos PT. MSJ”, ungkapnya lemas.

Selain ungkapan diatas, pihak pemilik dump truck lainnya yang berinisial SH ikut disita oleh pihak berwajib. Mengeluhkan masalah perekonomiannya,
“saat ini kami tidak ada lagi penghasilan untuk menunjang perekonomian keluarga kami, karna kami rata-rata berprofesi sebagai sopir dan tidak memliki kemampuan profesi lainnya. Dan jika seandainya pihak penegak hukum dari Kepolisian atau dari Mabes Polri, bisa bantu kami, yaitu apakah kami bisa di berikan kebijakan untuk pinjam pakai kendraan kami diatas, agar bisa mencari penghasilan untuk menunjang kehidupab perekonomian keluarga kami”, harapnya berkeluh kesah.

Hasil penelusuran awak media di tempat kejadian perkara (TKP). Informasi yang didapati yaitu, titik tambang tersebut masuk wilayah Konsesi Pertambangan PT. Santan Batu Bara.

Sementara itu diwaktu dan tempat terpisah, pihak penyidik yang berhasil dihubungi untuk dikonfirmasi kebenaran kejadian diatas, baru-baru ini melalui sambungan selulernya Putut Prasetyo, SH dengan tanpa menjelaskan pangkat dan jabatannya pada awak media. Dikatakannya bahwa pihak tim Tipidter (Tindak pidana tertentu) Mabes Polri terkait dugaan adanya penyitaang sebagai barang bukti, disampaikan pihaknya bahwa benar adanya 2 unit eksavator dan 5 unit dump truck. Ditambahkan juga pada awak media bahwa unit kendaraan serta alat berat itu akan dikembalikan, setelah terbukti nanti dipengadilan bahwa unit tersebut bukan milik KF alias Ijai.

Pihak penegak hukum meminta pada semua unsur, baik dari masyarakat sipil, LSM, aparat Desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama. Dapat membantu pihak Kepolisian mencari keberadaan KF alias Ijai, ujarnya.

Kronologis
Berawal dari KF alias Ijai membuka tambang batu-bara yang diduga tanpa ijin resmi yang masuk dalam kawasan konsesi Pertambangan PT. Santan Bara. Pada awal February 2025 silam, mengajak warga di sekitaran areal tambang untuk ikut mengangkut batu-bara itu. Adapun  persentase upah muat, dengan hitungan Kubikasi. Lalu pada sekitar 7 February 2025 lokasi tambang tersebut, disidak oleh pihak Kepolisian yang diketahui dari pihak Mabes (markas besar) Polri. Alhasil dari informasi yang ada, kurang lebih sekitar 5 (lima) unit dump truck, dan 2 (dua) unit Eksavator atau alat berat, berhasil disita petugas. Sementara KF alias Ijai, selaku penanggung jawab tambang yang diduga Ilegal tersebut sontak kabur, dengan mengorbankan semua sopir yang seharusnya dipertanggung jawabkan olehnya, yng berdampak pada dua warga setempat terkena getahnya akibat perbuatan KF.
(Sof_Hsng)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *