TUNGGALBERITA.COM,
BANTEN, PANDEGLANG -Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Pendidikan Islam yang berlokasi di Kp. Pasirkoer Desa Kubangkondang Kecamatan Cisata-Pandeglang Provinsi Banten. Dalam kondisi yang memprihatinkan, sarana dan prasarana lembaga pendidikan itu sangat tidak mumpuni, terutama pada ruang kelas belajar-mengajar belum optimal.
Adalah Wandi yang merupakan salah satu pengurus diyayasan pendidikan tersebut, dikatakannya bahwa pihaknya berupaya semaksimal mungkin, demi anak didik sebagai generasi penerus bangsa. Mayoritas para anak didik dilembaga pendidikan itu, warga masyarakat Desa Kubangkondang. Dengan tujuan utama yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk mengenyam pendidikan baik pengetahuan umum maupun tentang keagamaan sesuai dengan ajaran Islam diwilayah itu, ucapnya.

Lebih lanjut dipaparkan, bahwa dengan berdirinya lembaga pendidikan MDT yang dikelola pihaknya. Berupaya keras agar para anak didik, bisa terus dapat belajar dan bersekolah walaupun dengan keadaan fasilitas gedung sekokab yang sangat memprihatikan. Selain kondisi yang sangat lapuk, juga tidak layak digunakan. Alhasil para anak didik terpaksa belajar di lantai kelas, yang bisa digunakan. Selain bantuan rehab ruang kelas, juga mobiler pada ruang kelas yang ada, tidak bisa digunakan, sehingga terpaksa belajar di lantai, ujarnya.
“Bertahun-tahun kami terus berjalan dengan semampunya untuk dapat memberikan pendidikan pada murid dan siswa-siswi kami, dengan keadaan bangunan kelas yang sangat memprihatikan bahkan belajar pun terpaksa dilantai. Oleh karena itu kami butuh uluran tangan dari pemerintah ,baik dari mulai tingkat Kabupaten sampai dengan pusat, juga pihak lainnya yang bersedia memberikan bantuan. Kami pun sudah membuat proposal permohonan bantuan semoga oleh pihak pemerintah atau pihak terkait segera merealisasikannya”, harap Wandi.
Ditempat dan waktu terpisah, Ade Osin Sutisna, selaku Humas KKPMP (Kesatuan komando pembela merah putih) Markas Daerah Kabupaten Pandeglang.
” bangunan sekolah MDT yang ada di desa Kubangkondang sangat memprihatinkan bahkan terlihat kumuh, tentunya butuh bantuan dari pemerintah untuk rehab gedung sekolah sebanyak tiga ruang kelas yang rusak kondisinya”, ungkap Osin Bewok sapaan akrabnya.
Pihaknya juga berharap pihak pemerintah seperti Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten, Kemenag Provinsi Banten sampai dengan pemerintah pusat. Bahkan pihak lainnya pun baik swasta maupun perorangan, mengajak agar turut peduli pada dunia pendidikan demi kemajuan bangsa dan negara, tutup Osin Bewok.
(Seps)





